Skip to content
Y
yTube.SITE v7.1.8
media / worlds / tools / internet oddities
YouTube / video information

FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 183 Gawat Sena Berdiri Lemas Dengan Tangan Terikat

Video information, playback and saved actions.
FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 183 Gawat Sena Berdiri Lemas Dengan Tangan Terikat

FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 183 Gawat Sena Berdiri Lemas Dengan Tangan Terikat

Description: FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 183 Sena Davina Ketika Cinta Harus Memilih Antara Bayang-Bayang dan Ketulusan Hati.

Pagi itu menyapa pelataran rumah dengan udara yang masih menyisakan sejuk. Di dekat mobil yang terparkir rapi, langkah Sena dan Davina terhenti sejenak sebelum bersiap berangkat menuju kantor Kusuma Food bersama. Namun, ada gerak-gerik janggal dari Davina yang tidak langsung masuk ke dalam mobil, membuat Sena menatapnya penuh tanya. Dengan senyum hangat, Sena mengawali sapaan, "Good morning." Davina membalasnya lirih, "Morning." Rasa penasaran membuncah di benak Sena, membuatnya langsung bertanya, "Kenapa kok nggak langsung masuk, hmm?" Davina menunduk sebentar sebelum menyuarakan isi hatinya, "Enggak, aku jadi... aku mikir aja, kalau memang kamu benar-benar resign dari Kusuma Food, nanti hal-hal simpel kayak gini, kamu nganterin aku ke kantor, jemput aku pagi-pagi, nganter pulang lagi, udah nggak bisa dong." Mendengar keraguan di suara kekasihnya, Sena segera meyakinkan, "Bisa, cuman mungkin udah nggak sering, kan masih bisa cari waktu di luar kantor. Aku juga bisa masih main ke rumah, ya kalau misalkan lagi nggak ada tugas, aku bisa main ke kantor Kusuma Food, bisa makan siang, bisa dinner, ada waktu luang, bisa jemput kamu." Davina mendengarkan dengan penuh Harap, "Benar." Di balik senyum penenangnya, dalam hatinya Sena bergeming merajut janji rahasia, walaupun setelah ini gua udah balik ke Boston, gua kan masih bisa balik ke Indonesia dua minggu sekali, atau seminggu sekali kalau perlu, pokoknya gua akan cari cara supaya gua tetap bisa bersama-sama Davina. Sena kembali menegaskan ucapannya, "Benar." Dan dengan tatapan penuh keyakinan, Davina menagih, "Janji?" Dianggukinya janji itu dengan lembut oleh Sena seraya berkata, "Ya, yuk masuk."
Perjalanan pagi itu berlanjut di dalam kabin mobil yang membelah jalanan kota menuju Kusuma Food. Di tengah deru kendaraan, keheningan di antara mereka pecah ketika Davina membuka obrolan dengan menanyakan kabar seseorang, "Jadi ceritanya Bilal gimana?" Sena yang duduk di balik kemudi menghela napas pendek lalu menjelaskan, "Iya, jadi Bilal tuh baru pulang kerja, pas masuk apartemennya, ternyata ada orang yang ngikutin dia, terus akhirnya Bilal dipukulin, dikeroyok." Mendengar cerita yang mencekam itu, Davina langsung menyela dengan cemas, "Sekarang keadaannya gimana?" Sena menoleh sekilas sebelum menjawab, "Ya, langsung dibawa ke rumah sakit, dia ke UGD dan sudah boleh pulang, tapi aku sih saranin dia nggak pulang ke apartemennya, aku suruh dia nginep di hotel, takutnya masih diintai, diintai lagi sama orang-orang yang kemarin mukulin dia." Alis Davina bertaut heran, "Itu orang-orang siapa?" Sena menggeleng pelan, "Aku nggak tahu, mereka sih nggak ada yang ngerampok ya, berarti ada yang suruh mereka." Davina kembali mendesak, "Terus udah lapor polisi si Bilal?" Sena mengklarifikasi, "Lapor, aku maksudnya? Ah, kalau telepon aku udah, tapi kalau dia laporan ke kantor polisi belum, tapi aku udah suruh Reza sama dia untuk selidikin." Napas lega berhembus pelan dari bibir Davina, "Semoga dia nggak kenapa-napa." "Amin," balas Sena tulus. Memanfaatkan momen di sela perjalanan, Davina mengalihkan topik pada keputusan besar kekasihnya, "Terus soal kamu mau resign, itu sudah pasti?" Tanpa ragu Sena mengangguk, "Iya, aku sudah buat surat resign-nya, dan hari ini mau aku kirim ke HRD." Di dalam lubuk hatinya, Davina merespons dengan gejolak batin yang tertahan, sepertinya aku memang udah nggak bisa nahan Sena buat tetap kerja di Kusuma Food. Sena benar sih, kita tetap bisa pergi bareng-bareng selain ke kantor, tapi entah kenapa, membayangkan nggak bisa melihat Sena lagi di kantor, nggak bisa berangkat atau pulang bareng kayak gini, kayak ada yang hilang dari keseharian kami, dan jujur aku belum rela.
Setibanya di area parkir kantor Kusuma Food, suasana di luar mobil terasa kontras dengan gelisah yang masih menggelayut di dada Davina. Sebelum mereka berpisah arah, Sena memberikan suntikan semangat kepada kekasihnya, "Semangat kerjanya ya, eh masuk, semangat kerjanya, hei, meskipun kita sudah nggak sekantor, kita kan masih bisa tetap ketemu." Davina hanya mengangguk pelan, "Ya." Sena melanjutkan kata-katanya sambil tersenyum kecil, "Masih tetap bisa janjian makan siang bareng, masif bisa tetap aku antar, aku jemput, tapi bayar bulanan ya, semangat kerjanya." Kekesalan kecil yang manis hinggap di wajah Davina, membuat ia protes, "Udah tiga kali kamu ngomong." Sena tertawa kecil menanggapinya, "Ya nggak papa, yang penting bisa menjadikan kamu memang benar-benar semangat ya.

#terikatjanjihariini #terikatjanjifullepisode #trailerterikatjanji Close description
      
Videos related to "FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 183 Gawat Sena Berdiri Lemas Dengan Tangan Terikat"
Related videos are temporarily unavailable.